Untuk readers yang sudah pernah mendengar kata aupair pasti langsung search di google soal aupair. Yah aupair
itu seperti ‘asisten rumah tangga’ yang datang dari Negara lain dan tinggal
dirumah orang tua angkat/host family. Aupair itu tugas utamanya membantu host family untuk
mengawasi/bermain/menyiapkan kebutuhan si anak orang tua asuh. Tapi, tidak melupakan
bahwa si anak juga harus tetap belajar mandiri yah. Keuntungan jadi aupair itu,
kita juga akan sekolah bahasa tergantung bahasa yang di gunakan di Negara tempat
kita tinggal. Dan juga seorang aupair itu akan mendapatkan uang saku tiap
bulannya, yang nominalnya pun berbeda di setiap Negara ; Seperti Belgia yang
menetapkan minimum pocket money is 450€ per bulannya. (kalau dalam rupiah
ya lumayan sih yah, Alhamdulillah). Alasan
kenapa harus aupair?
1. Tidak cukup pintar untuk dapat beasiswa di
Luar Negri
Yap. Merasa tidak cukup pintar
untuk dapat beasiswa melanjutkan pendidikan di luar negri ini menjadi salah
satu alas an yang melatar belakangiku memilih aupair. Karena aku tidak cukup
pintar untuk mendapatkan beasiswa.
2.
Tidak
punya uang banyak untuk Jalan-jalan di Luar Negri
Hmmm, jangankan untuk jalan-jalan ke
luar negri rasanya untuk sekedar keliling Indonesia pun butuh uang. Tetapi kebutuhan
hidup juga harus di penuhi, yang merasakan harus kerja demi bayar kuliah, bayar
cicilan kredit motor dan masih harus membantu kebutuhan dirumah seperti aku
pasti tau rasanya sungguh tidak mudah untuk menyisihkan uang demi sekedar
jalan-jalan. Tapi, jangan mengeluh dan jangan pernah menyerah guys Allah itu memberikan cobaan sesuai
dengan kemampuan hambaNya. Believe me setiap
hal yang kita lakukan dengan niat yang baik InsyaAllah akan Allah beri
kelancaran dan kebahagiaan yang lebih.
3. Memiliki Negara atau Kota Impian di Luar
Negri
Yang juga menjadi salah satu
faktor kenapa aku menjadi aupair adalah aku sangat menyukai VENICE,Italy. Yah aku sangat menyukai venesia, bermula dari menonton film yang
diputar oleh tutorku waktu pelajaran tambahan di Laboratorium Bahasa Inggris
sewaktu SMP yang lokasinya berada di venesia.
Dari situ aku begitu menyukai kota itu. Entah kenapa memang, padahal aku
sendiri tidak banyak tahu soal kota tersebut. Jangan tanya soal bangunan tua
nhya, yang aku suka adalah kota tersebut di kelilingi oleh air dan juga memiliki
transportasi yang di dominasi oleh transportasi air. Aku lebih menyukai
pemandangan alam, dan semua yang diciptakan oleh Allah SWT karena indahnya
lebih alami.
4.
Merasakan
bagaimana tinggal di lingkungan yang baru
Beda kebiasaan, beda budaya,
beda juga cita rasa makanan lokalnya. Yah Negara barat yang terkenal dengan Negara
yang sekuler, Negara yang secara garis besar memisahkan antara sebuah badan Negara
dari agama atau kepercayaan. Kita sebagai seorang yang berasal dari asia yang
masih menganut adat ketimuran canggung rasanya untuk cipika-cipiki (cium pipi
kanan dan cium pipi kiri) pada lawan jenis namun disini itu menjadi sebuah hal
biasa yang telah menjadi kebiasaan. Namun, sebagai seorang muslim saya pribadi
tidak bisa mengikuti hal itu, karna selain bukan menjadi budaya saya itu juga
dilarang oleh agama saya. Tinggal di luar negri memang membuat kita untuk
berpikir terbuka terhadap semua hal baru. Tapi, jangan takut untuk mengatakan ‘tidak’
untuk hal yang memang tidak biasa kita lakukan atau bertentangan dengan prinsip
yang kita anut. Karena, dari pengalaman saya sendiri orang-orang di Negara ini
bisa menerima alasan saya untuk tidak mengikuti semua kebiasaan mereka. Di Belgia
sendiri cukup ramah dengan muslim karena cukup banyak imigran yang berasal dari
Turki, Maroko, Algeria dan Negara muslim lainnya. Jadi, kita masih bisa
menemukan toko turki dan juga makanan halal disini.
5.
Mandiri
Tinggal jauh dari keluarga,
sahabat, dan juga bertemu lingkungan yang baru menuntut kita untuk bisa menjadi
mandiri. Yah, buat yang sudah terbiasa mandiri selagi di Indonesia bisa belajar
lebih lagi karena disini kita dituntut untuk melakukan semua hal sendiri. Karena
walaupun ramah sangat jarang orang sini yang mau melibatkan diri untuk ‘membantu’
orang lain. Belum lagi kendala bahasa jadi kalau kita gabisa bahasa local yang dipakai akan nambah
kesulitannya. Tapi, disitu juga tantangannya, hal itu ngebuat kita untuk ‘tertantang’
untuk belajar bahasa local.
6.
Cara untuk
mencari ‘Jati Diri’
Kenapa jati diri? Yah karena
kalian akan tinggal jauh dari orang tua, keluarga, sahabat, juga teman-teman di
Indonesia jadi kalian akan bebas menentukan kemana kah arah hidup kalian
disini. Kalian bisa bebas, sebebas merpati mengepakkan sayapnya. Kalian bisa
melangkah ke kanan, ke kiri, maju ke depan, atau bahkan mundur ke belakang
tidak ada orang tua yang bawel karna khawatir, tidak ada sahabat yang komplain
karna kita tidak ada waktu untuk berbincang, bahkan saat kita melakukan hal
yang ‘tidak biasa’ pun tidak ada yang akan peduli. Jadi, untukku pribadi,
disini lah proses pencarian jati diri itu.
Yapp sekiranya itu yang bisa
jadi pertimbangan kalian readers,
kenapa harus aupair ^^ selama kita tidak melakukan hal buruk tidak ada alasan
kita untuk malu apalagi takut. Karena, dimanapun kita berada Allah selalu
mengawasi dan InsyaAllah Allah pun akan melindungi kita. Tugas kita cuma satu selalu
mengingat Allah dalam setiap langkah kita ^^.
With
love from Zaventem
No comments:
Post a Comment