Friday, 7 April 2017

Kenapa Aupair?

Untuk  readers yang sudah pernah mendengar kata aupair pasti langsung search di google soal aupair. Yah aupair itu seperti ‘asisten rumah tangga’ yang datang dari Negara lain dan tinggal dirumah orang tua angkat/host family. Aupair itu tugas utamanya membantu host family untuk mengawasi/bermain/menyiapkan kebutuhan si anak orang tua asuh. Tapi, tidak melupakan bahwa si anak juga harus tetap belajar mandiri yah. Keuntungan jadi aupair itu, kita juga akan sekolah bahasa tergantung bahasa yang di gunakan di Negara tempat kita tinggal. Dan juga seorang aupair itu akan mendapatkan uang saku tiap bulannya, yang nominalnya pun berbeda di setiap Negara ; Seperti Belgia yang menetapkan minimum pocket money is 450 per bulannya. (kalau dalam rupiah ya lumayan sih yah, Alhamdulillah).  Alasan kenapa harus aupair?

1.       Tidak cukup pintar untuk dapat beasiswa di Luar Negri
Yap. Merasa tidak cukup pintar untuk dapat beasiswa melanjutkan pendidikan di luar negri ini menjadi salah satu alas an yang melatar belakangiku memilih aupair. Karena aku tidak cukup pintar untuk mendapatkan beasiswa.

2.       Tidak punya uang banyak untuk Jalan-jalan di Luar Negri
Hmmm, jangankan untuk jalan-jalan ke luar negri rasanya untuk sekedar keliling Indonesia pun butuh uang. Tetapi kebutuhan hidup juga harus di penuhi, yang merasakan harus kerja demi bayar kuliah, bayar cicilan kredit motor dan masih harus membantu kebutuhan dirumah seperti aku pasti tau rasanya sungguh tidak mudah untuk menyisihkan uang demi sekedar jalan-jalan. Tapi, jangan mengeluh dan jangan pernah menyerah guys Allah itu memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan hambaNya. Believe me setiap hal yang kita lakukan dengan niat yang baik InsyaAllah akan Allah beri kelancaran dan kebahagiaan yang lebih.

3.       Memiliki Negara atau Kota Impian di Luar Negri
Yang juga menjadi salah satu faktor kenapa aku menjadi aupair adalah aku sangat menyukai VENICE,Italy. Yah aku sangat menyukai venesia, bermula dari menonton film yang diputar oleh tutorku waktu pelajaran tambahan di Laboratorium Bahasa Inggris sewaktu SMP yang lokasinya berada di venesia. Dari situ aku begitu menyukai kota itu. Entah kenapa memang, padahal aku sendiri tidak banyak tahu soal kota tersebut. Jangan tanya soal bangunan tua nhya, yang aku suka adalah kota tersebut di kelilingi oleh air dan juga memiliki transportasi yang di dominasi oleh transportasi air. Aku lebih menyukai pemandangan alam, dan semua yang diciptakan oleh Allah SWT karena indahnya lebih alami.

4.       Merasakan bagaimana tinggal di lingkungan yang baru
Beda kebiasaan, beda budaya, beda juga cita rasa makanan lokalnya. Yah Negara barat yang terkenal dengan Negara yang sekuler, Negara yang secara garis besar memisahkan antara sebuah badan Negara dari agama atau kepercayaan. Kita sebagai seorang yang berasal dari asia yang masih menganut adat ketimuran canggung rasanya untuk cipika-cipiki (cium pipi kanan dan cium pipi kiri) pada lawan jenis namun disini itu menjadi sebuah hal biasa yang telah menjadi kebiasaan. Namun, sebagai seorang muslim saya pribadi tidak bisa mengikuti hal itu, karna selain bukan menjadi budaya saya itu juga dilarang oleh agama saya. Tinggal di luar negri memang membuat kita untuk berpikir terbuka terhadap semua hal baru. Tapi, jangan takut untuk mengatakan ‘tidak’ untuk hal yang memang tidak biasa kita lakukan atau bertentangan dengan prinsip yang kita anut. Karena, dari pengalaman saya sendiri orang-orang di Negara ini bisa menerima alasan saya untuk tidak mengikuti semua kebiasaan mereka. Di Belgia sendiri cukup ramah dengan muslim karena cukup banyak imigran yang berasal dari Turki, Maroko, Algeria dan Negara muslim lainnya. Jadi, kita masih bisa menemukan toko turki dan juga makanan halal disini.

5.       Mandiri
Tinggal jauh dari keluarga, sahabat, dan juga bertemu lingkungan yang baru menuntut kita untuk bisa menjadi mandiri. Yah, buat yang sudah terbiasa mandiri selagi di Indonesia bisa belajar lebih lagi karena disini kita dituntut untuk melakukan semua hal sendiri. Karena walaupun ramah sangat jarang orang sini yang mau melibatkan diri untuk ‘membantu’ orang lain. Belum lagi kendala bahasa jadi kalau kita gabisa bahasa local yang dipakai akan nambah kesulitannya. Tapi, disitu juga tantangannya, hal itu ngebuat kita untuk ‘tertantang’ untuk belajar bahasa local.

6.       Cara untuk mencari ‘Jati Diri’
Kenapa jati diri? Yah karena kalian akan tinggal jauh dari orang tua, keluarga, sahabat, juga teman-teman di Indonesia jadi kalian akan bebas menentukan kemana kah arah hidup kalian disini. Kalian bisa bebas, sebebas merpati mengepakkan sayapnya. Kalian bisa melangkah ke kanan, ke kiri, maju ke depan, atau bahkan mundur ke belakang tidak ada orang tua yang bawel karna khawatir, tidak ada sahabat yang komplain karna kita tidak ada waktu untuk berbincang, bahkan saat kita melakukan hal yang ‘tidak biasa’ pun tidak ada yang akan peduli. Jadi, untukku pribadi, disini lah proses pencarian jati diri itu.

Yapp sekiranya itu yang bisa jadi pertimbangan kalian readers, kenapa harus aupair ^^ selama kita tidak melakukan hal buruk tidak ada alasan kita untuk malu apalagi takut. Karena, dimanapun kita berada Allah selalu mengawasi dan InsyaAllah Allah pun akan melindungi kita. Tugas kita cuma satu selalu mengingat Allah dalam setiap langkah kita ^^.




With love from Zaventem

No comments: