Hijrah. Pasti banyak teman-teman yang sudah mendengar kata ini yah.
Ya hijrah berarti (perpindahan/migrasi). Dari Bahasa Arab, yang berarti
meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat. Merujuk kepada hijrah yang
dilakukan Rasulullah Saw sebagian ulama ada yang mengartikan bahwa hijrah
adalah keluar dari “darul kufur” menuju “darul islam”. Keluar dari kekufuran
menuju keimanan. Tulisan kali ini aku tertarik menulis mengenai “hijrah”,
kenapa? Karena, aku saat ini aku merasakan hatiku menggebu-gebu ingin sekali
rasanya berhijrah secara total untuk menjadi islam yang kaffah. Siapalah aku
ini, seorang suci (gadis) yang hanya ingin belajar menjadi muslimah yang lebih
baik lagi yang ingin berkumpul kembali dengan teman, sahabat dan keluarga
tercintanya di surga Allah nantinya.
Hijrah itu mudah yang sulit
ISTIQOMAH nya
I strongly agree!! Kenapa?
Ya karena uda beberapa kali rasanya aku memutuskan untuk ber’hijrah’ tapi masih
menaruh hati pada lawan jenis/berpacaran saat itu, masih pake celana jeans yang
ketat yang menunjukkan bentuk tubuh, masih mengenakan jilbab yang dililit di
leher, masih colak-colek salaman pegangan sm lawan jenis, dan masih masih yang
lainnya. Istiqomah dalam berhijrah itu tidaklah mudah, ditambah lagi tidak ada
teman hijrah yang juga mengingatkan dan menguatkan. Aku sendiri sampai saat ini
masih terus menguatkan hati dan menguatkan diri agar Allah selalu memberiku
hidayah dan petunjuk setiap harinya agar hati ini tidak menjadi beku terhadap
apa yang menjadi larangannya. Masalah teman hijrah, saat ini aku sedang berada
jauh dari lingkungan mayoritas muslimku
jadi harapanku satu-satunya adalah Allah SWT. Kalau mau dipikir lagi, aku bisa
saja mengambil langkah lain dalam hidupku ini. Negara tempat tinggalku sekarang
muslim menjadi minoritas, tidak ada teman dan keluarga yang mengawasi langkahku
tapi aku bersyukur karna Allah justru memberiku hidayah yang lebih saat aku
malah berada di Negara minoritas. Sekarang waktunya aku mulai menata langkahku
untuk menjadi muslimah yang sebenernya. Sebenarnya? Yah. Muslimah yang
sebagaimana seharusnya. Yang menjaga auratnya, menjaga pandangannya, menjaga
lisannya, dan juga menjaga hatinya. Aah rasanya kembali meningat dosa-dosa masa
lalu yang telah ku lakukan begitu menyedihkan. Untuk hal ini, andai saja waktu
dapat diputar T_T tapi, yasudahlah sekarang waktunya melangkah bukan lagi hanya
berdiam diri dengan menyesalinya. Menyesali dan melangkahlah ci….
Yang menjadi sesalku adalah mengapa dulu saat aku sudah menyadari bahwa
‘pacaran’ itu dosa, jelas-jelas Allah SWT melarangnya tapi mengapa aku masih
saja melakukannya? Jawabku saat itu karena sudah terlanjur, toh aku juga tidak
melakukan yang dilarang oleh agama. Apanya yang tidak melakukan, aku membagi
hatiku kepada lelaku yang bukan muhrimku, berpandangan, berpanggilan mesra,
bergandeng tangan, menyedihkan T_T. ibarat basah tersiram air, baru sedikit
seharusnya aku bisa berhenti agar tidak lebih basah justru yang aku lakukan
malah meloncat kedalam air yang lebih banyak. Andai saja saat itu aku berpikir
dengan perumpamaan itu sebuah api, pastilah aku tidak ingin gemercik api kecil
itu menjadi semakin besar, pastilah aku meninggalkan api kecil itu. Aah andai
saja. Saat ini yang dapat ku lakukan hanyalah meminta ampun atas dosa yang
telah aku lakukan. Rasanya ingin sekali membuat orang-orang di sekitarku untuk
tidak merasakan apa yang aku rasakan, ingin sekali rasanya membuat mereka
menyadari bahwa ‘rasanya menyesal seperti yang aku rasakan itu sangatlah
menyedihkan’. Saat ada di titik ini rasanya apa yang dulu kita lakukan andai
saja menyadarinya lebih cepat, andai saja tidak melakukannya, padahal saat itu
Allah sudah memberi kita hidayah dengan menyadari kesalahan yang telah kita
lakukan tapi kita lambat menangkap hidayah yang telah Allah berikan. Saat berada
jauh dari keluarga, jauh dari mayoritas muslim tempat kita bergantung hanyalah
satu yaitu Allah SWT. Itu yang aku rasakan, saat aku di beri hidayah lagi oleh
Allah justru saat aku sedang berada jauh dari tempat nyamanku. Semoga Allah
selalu melindungiku dan memberi aku hidayah dan petunjuk setiap harinya, agar
aku dapat terus memperbaiki diriku. Readers yang sholihah (kalau ada yang baca)
hhe jangan pernah menyesal seperti aku yah, jika kalian mendapat hidayah dari
Allah segera tangkaplah, kalau tidak bisa berlari kencang paling tidak
melangkahlah lebih cepat agar tidak menjadi muslimah yang tertinggal. Menyesali
waktu yang terbuang percuma itu sungguh tidak enak, saat melihat muslimah lain
yang sebaya kita bahkan sudah hafal 30 juz sedangkan saat melihat kaca “aku
belum apa2” kemana saja diriku ini T_T
No comments:
Post a Comment