Wednesday, 14 February 2018

Residence Permit, Granted



Alhamdulillah wa syukurillah, finally setelah menunggu cukup lama akhirnya ijin tinggalnya diterima. It was really different experience its not like when i applied the application for Belgium rasanya beda banget karena prosesnya lama dan sangat membuat hati ini dag dig dug menunggu keputusan dari kedutaan. Cukup membuat stres saat menunggu keputusan mengingat visa tinggal Belgia yang sudah hampir mendekati masa akhir tinggal. Karena setelah banyak research harga tiket pernerbangan jakarta-oslo sangat mahal harganya hampir dua kali lipat harga tiket promo untuk penerbangan ke Belgia. Maka dari itu berharap banget bisa langsung berangkat dari Belgia, dan Alhamdulillah visa diterima. yeeeiy
Sekarang waktunya menyesuaikan diri lagi, beradaptasi lagi, perkenalan lagi, eksplore lebih banyak lagi. Let me show you my first Norwegian snow ^^




Social media dan cobaannya

Beberapa kali saya memutuskan untuk mundur dan menutup akun social media yang sayang miliki. Dan beberapa kali pula saya kembali lagi dan lagi. Ada saja alasan yang membuat saya mengaktifkan kembali akun-akun dunia maya ini. Rasanya iri pada teman-teman atau kenalan yang sama sekali tidak teracuni oleh social media. Aktif dengan kehidupan nyata dan tidak bergantung pada dunia maya. Entah mengapa alasan "ada hal baik yang bisa saya dapat dari social media" begitu kuat menjadi alasan untuk kembali membuka akun-akun tersebut. Beberapa teman bertanya-tanya ada apa dengan saya? kenapa saya sekarang jarang terlihat aktif di media social, i don't know i just want to relax for a while and enjoying my own time. Mungkin saya bukan termasuk orang yang "kuat" motivasinya untuk mundur dari media social but yah i have to try it otherwise i will never start it. I hope one day i can be someone that using media social only for sharing the nice things, beautiful view, and also nice experience. Insha Allah ^^ 




360 Hari

Rasanya masih teringat jelas saat pertama kali tangis haru ku keluar saat menginjakan kaki di Bandara Nasional Belgia 19 Februari lalu. Saat ini saya sudah harus melangkah meninggalkan negara kecil yang banyak memberi saya pengalaman baru dalam hidup ini. Hari ini kembali ke Bandara ini, dan pergi bersama sayap raksasa menuju negara baru yang akan memberi saya banyak pelajaran baru pula. Aaah Belgia, terima kasih untuk semua pengalaman yang ku dapat disini. Negara kecil ini mengajarkan ku untuk berpikiran lebih terbuka, kepada siapapun. Negara ini sangat baik kepada minoritasnya, muslim di negara ini tidaklah sulit menemukan tempat makan halal (walaupun ragamnya tidak cukup banyak) tapi patut diacungi jempol, negara ini tidak anti terhadap jilbabku, negara kecil yang ramainya sangat 'pas' untukku. Saat beberapa waktu lalu berkesempatan mengunjungi Paris, yang langsung terpikir di benakku adalah "aku lebih menyukai Brussels". Ya, karena Paris terlalu ramai untukku rasanya tidak mudah untukku berada ditempat seramai Paris. Negara maju ini masih bisa dikatakan cukup tertinggal dalam segi pembangunan dibandingkan negara Eropa lainnya, beberapa tempat memerlukan waktu yang sangat lama untuk perbaikannya tapi Belgia mengajarkanku untuk patuh pada peraturan, dan juga tetap mempedulikan lingkungan dan sekitar. Di Belgia tidak perlu takut saat kamu menyebrang jalan walau tanpa memberikan tanda "mengangkat tangan" karena para pengendara akan otomatis berhenti saat ada seseorang menyebrang jalan. Saking baiknya terkadang saat kamu behenti di pinggir jalan dan lampu pejalan kaki masih merah, ada saja pengendara baik yang behenti dan mempersilahkan pejalan kaki lebih dulu untuk lewat. Negara ini selalu mengutamakan kepentingan publik dibanding kepentingan pribadinya. Walaupun jadwal transportasi umum disini tidak se-tepat waktu di Swiss misalkan, tapi tetap saja kenyamanan masih akan terasa dalam transportasi umum. Rasanya meningglakn keluarga yang setahun bersama itu, berat. Nyatanya saetu tahun bukan waktu yang singkat untuk kebersamaan kami lalu. Dan terjadilah adegan drama melow saat keberangkatan menuju Norwegia. Aaaaaah D's family time flies, you've grown up become a smart little girl kid, i missed you already even since i left. Thankyou isn't enough for all those experiences, gift, facility, attention, etc. Now, i had to say goodbye Zaventem see you when isee you again ^^ 

with so much love from Kjeller

Tuesday, 16 January 2018

Saya dan Kerudung yang saya kenakan

Beberapa waktu lalu seperti biasa saya senang menghabiskan waktu sendiri di,akhir pekan dan tempat tujuan favorit saya karna dekat adalah Brussels si pusat kotanya Belgia. Biasanya setiap pergi jalan-jalan di Brussels tempat makan tujuan saya hanya fried chicken halal dan juga toko kebab turki seperti biasa menjadi langganan saya, tapi kali ini karena tergiur dengan menu ikan di salah satu restoran di Brussels Bia Mara namanya karena waktu musim panas lalu saya teringat begitu panjang antrian untuk masuk restoran tersebut, saya jadi sangat penasaran akan menu fish and chips yang ditawarkan restoran ini. Akhirnya dengan sangat percaya diri masuk ke dalam sendiri, iya sendiri begini lah akhir pekan yang biasanya saya tunggu-tunggu menghabiskan waktu dengan me time. Memilih tempat duduk dua kursi yang sejatinya sangat indah bila berkunjung dengan pasangan haha, seorang perempuan muda yang cukup fasih berbahasa Inggris menghampiri saya dan menawarkan menunya, karena sangat percaya diri bahwa menu di restoran ini hanya ikan dan teman-temannya jadi saya pikir tidak akan ada masalah. Kecuali minuman karena mereka menyediakan alkohol, akhirnya saya memilih salah satu menu ikan saya lupa namanya. Tidak lama kemudian minuman yang saya pesan datang diantarkan oleh pelayan lain yang dari senyuman dan wajahnya terlihat seperti keturunan maroko atau turki namun tidak mengenakan hijab saya memesan lime and mint saat itu, setelah si pelayan pergi ada pelayan lain yaitu seorang pria yang menghampiri saya dan berkata "maaf apakah anda bersezdia mengganti menu yang anda pilih atau perlu saya rekomendasikan menu lain?" saya kaget, kenapa? "ya dalam menu yang anda pilih kami mencampurkan alkohol untuk penambahan bumbunya, maaf rekan saya tidak memberi tahu sebelumnya karena ia tidak paham (maksudnya karena saya berhijab sudah pasti saya muslim dan makan makanan halal non alkohol dan B) akhirnya saya memilih menu yang di rekomendasikan oleh si pelayan tersebut. Maksud saya menuliskan hal ini adalah bahwasanya sangat beruntung seorang muslimah yang mengenakan hijab karena secara otomatis orang di sekitar mengetahui identitas kita dan sudah banyak orang paham bahwa seorang muslim makan makanan halal. Dari restoran yang saya sebutkan tadi mereka sangat peduli terhadap konsumennya bahkan saya bisa saja memakan makanan yang saya pesan sebelumnya tanpa saya sadar mengandung alkohol tetapi sang pelayan begitu peduli dan memberi tahukannya ada saya. Tidak hanya sekali tapi pernah di waktu lain saya masuk di salah satu restoran di Belanda dan ada seorang yang keluar dari restoran dan memberi tahu saya bahwa restoran ini tidak halal karena menjual makanan lain yang tidak halal. Yah maksudnya sangat baik mengingatkan saya, saya berterima kasih karena kerudung yang saya kenakan orang-orang jadi sangat peduli terhadap saya dan makanan saya. Mungkin jika saya tidak mengenakan kerudung akan berbeda lagi ceritanya; sekian hhe

Saturday, 13 January 2018

gw 'ngeluh' juga sih ini

Akhir-akhir ini lagi males aja rasanya banyak cerita sama orang, males juga ketemu orang lagi pengen nikmatin waktu sendiri atau sama orang deket aja gitu, orang deket? haha yah berhubung jauh jadi lewat teknologi aja (yang jauh didekatkan). Like i said before, lagi ngerasa semacam social awkward ketemu kumpul-kumpul atau ngobrol sama orang baru entah kenapa dan sekarang lagi pengen nulis gak jelas juga. Mungkin gak banyak orang deket yang tau juga kalo sebenernya gw itu tipe orang yang bener-bener ngerasa annoying banget sama orang-orang yang "terlalu banyak" ngeluh. Apalagi mengeluh untuk sesuatu yang uda jadi kewajiban, tanggung jawab, keharusan, kerjaan, kesehatan dan sebagainya lah intinya mengeluh, mungkin karena gw terbiasa dengan didikan nyokap yang rada keras dan menuntun gw untuk mandiri tanpa banyak ngeluh kali yah jadi rasanya aneh aja denger orang terlalu banyak ngeluh, rasanya kaya come on in this world not only you feeling tired, sick, or even exhausted tapi yah apalah daya yakan semua orang punya batas kekuatannya masing-masing dan juga cara mereka masing-masing untuk menikmati apapun yang terjadi dalam hidupnya yah. Funny but in here gw juga ngeluh yah secara gak langsung sama perilakunya orang sekitar gw haha. Yah abis bukan urusan gw juga buat negur mereka untuk bilang "plis deh gausa banyak ngeluh, gw juga capek gw juga sakit gw juga mau ini gw juga mau itu tapi gw gak kaya lo yang buat gw terlalu berlebihan mengekspresikan hal itu. Rasanya aneh dan beneran annoying sih buat gw denger-denger keluhan macam gitu, kaya "duuh capek gw ngerjain ini (padahal lo udah tau lo itu bertanggung jawab untuk hal itu) dan ini ngeluhnya gak cuma sekali dua kali yah, atau duuuh gw sakit badannya, pusing, ngantuk (padahal yah salah lo sendiri ngapain aja lo di malam hari saat orang-orang istirahat lo sibuk sama gadget) rasanya gw kaya mau bilang yah lo mau pusing ga bisa tidur atau sakit blablabla juga karena lo sendiri yang buat kenapa lo gak tahan aja (dulu nyokap gw selalu bilang gitu sih ke gw,makanya gw jadi begini kali yah. nyokap gw selalu ngajarin apa yang gw lakuin itu ada konsekuensinya, kaya di waktu istirahat lo gak istirahat jadi kalo besoknya lo capek yah jangan negluh karena lo uda dikasih waktu buat istirahat tapi gak lo gunain). Intinya adalah balik lagi ke diri masing-amsing untuk secara bijaksana untuk menggunakan waktu dan menjalankan tanggung jawab, menikmati hak lo sebagai manuasia untuk beristirahat dengan bijaksana juga, rasanya kurang bijaksana aja kalau hidup lo itu "terlalu banyak mengeluh" di luar sana orang-orang yang kerja lebih lama dari lo untuk memnuhi kebutuhannya mereka lakuin tanpa ngeluh sana sini tiap hari karena mereka sadar itu kewajibannya, diluar sana ada orang-orang yang ngerasain sakit lebih dari yang lo rasaian tapi mereka ga ngeluh karena mereka sadar sakit yang mereka keluhkan itu kadang belum seberapa dibadning orang lain yang lebih sakit. Sebagai manusia biasa sih yah gw juga suka ngeluh tapi membatasi diri gw untuk tidak rutin mengeluhkan masalah atau sakit-sakitnya gw karena gw itu ngikutin banget tuh positive minds become postive input to your minds yah jadi gitu hal-hal negatif yang sebenernya juga gw rasain sebiisa mungkin gw olah lagi jadi masukan positif biar masuk ke otak gw dan keluar ke badan gw juga sepositif-positifnya. Hahaha namanya manusia yah, ogut juga manusia biasa sama aja kok. Jdi, yah sudahlah segini aja nulis-nulis gak berfaedah ini.

Saturday, 30 December 2017

krisis 25




Entah apa harusnya judul tulisan kali ini, rasanya cuma ingin nulis untuk ngeluarin apa yang harus dikeluarin. Apalah itu hhaha
Jadi gini, tiba-tiba gw kepikiran sekarang itu gw 25 tahun dan kadang mikir masih begini-begini aja. Liat yang umurnya dibawah gw uda kemana-mana, dan punya apa-apa bahkan siapa-siapa (apasih) ini nih kenapa gw itu gak suka ngebandingan hidup gw sama orang lain, jadinya baper gajelas. But, yah i'm getting older every second and need to do better in every second also. Sebenernya kalau mau dipikir lagi dan ngga terlalu fokus sama kekurangan yang dipunya saat ini uda cukup ada beberapa perubahan dan sedikit kemajuan langkah sih yah. Cuma, yah itu kebanyakan orang yah terutama gw sendiri masih aja ada waktu yang bisa-bisa mikirin hal-hal kurang itu hmm (gak bgt sih yah -> jangan dicontoh). At least one of my dream comes true, here i am in Europe. Saw my first snow, watch how the leaves fall, how hot this europe in summer (still Jakarta's weather is something), fasting more than 12 hours, meet many people, write more (still need more and more improve). But yah sekarang ini gw gak kepikiran punya cita-cita yang beneran jadi target sih, cuma yah gw pengen orang tua gw hidup nyaman di hari tuanya, bisa bantu keluarga dan orang di sekitar gw, still gw masih masukin Venice daftar waiting list sih, but yah in this age gw masuk di kategori orang yang gak terlalu punya target yang getol banget gw perjuangin. Karena saat ini fokusnya berubah, untuk urusan jodoh dan embel-embelnya buat gw udah garisan dari Allah SWT jadi dia akan datang di waktu yang tepat dan Insha Allah orang yang tepat. Tulisannya random gak jelas sih, cuma yah ini yang dirasainnya dan emang mesti nulis aja sih. Kadang gw harus akuin sih, hal-hal kaya gini muncul dipikiran karena secara gak langsung gw membandingkan apa yang gw punya dengan milik orang lain (too bad, but its true) sekarang itu gw ada di fase dimana gw belajar dan berusaha banget sih melihat apa yang orang lain punya tanpa ada rasa ingin membandingkan dengan apa yang gw punya. Dari semua yang gw sebutin diatas rasanya terlalu 'mendunia' banget yah apa yang jadi ke khawatiran gw tapi disisi lain gw juga khawatir saat melihat keadaan dunia yang sudah semakin tua ini, waktu berjalan rasanya sangat cepat berjalan, alam yang makin hari rasanya makin sensitif, pola tingkah manusia yang banyak sekali kemajuan atau bahkan disaat yang sama bisa disebut sebagai kemunduran. Inti dari semua keluh kesah gw ini sih sebenernya untuk mengeluarkan apa yang jadi ke khawatiran gw di usia yang 25 ini, rasa untuk koreksi diri lebih banyak lagi, rasa untuk lebih banyak bersyukur, dan juga rasa untuk gak cepat puas yang ngebuat gw sendiri berhenti untuk belajar; 

Friday, 22 December 2017

Musim Dingin dan Bunuh Diri

Pernah suatu hari cerita-cerita sama host dad, saya suka disini musimnya ada 4, dingin blablabla.. sampe akhirnya dia cerita tunggu sampe kamu ngerasain winter disini, kenapa? Karna di musim dingin matahari terbit lebih lama dan tenggelam lebih cepat. Dalam hati masih mikir iya asik dong, enak tuh kalo puasa. Dia bilang disini semacam ada kebiasaan yg cukup fenomenal karna disaat akhir tahun dan awal tahun banyak ditemukan kasus bunuh diri. Aah masa? Iya. Kenapa? Karena orang-orang yang biasanya cuma tinggal sendiri itu merasa depresi, akan masalahnya sendiri dan jg sama cuaca. Cuaca akan dingin dan sinar matahari lebih pendek. Dalam tubuh kita itu ada 
Zat Endorphin adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang dan untuk kekebalan tubuh. Nah apa hubungannya zat itu sama bunuh diri? Iya ada, zat itu terbentuk secara alamiah pada saat tubuh kita merasa bahagia. Sedangkan dalam beberapa kasus bunuh diri, alasan mereka salah satunya adalah karena kurangnya mereka melihat sinar matahari membuat mereka depresi lebih dan kebiasaan orang eropa yang hidup masing-masing merupakan sebab lain. Iya mereka biasa terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing itu kenapa beda dengan negara kita yang peduli satu sama lain (bahkan kelewat peduli sih gak bagus juga hhe). 
Dalam hal kaya gini ini yang membuat saya merasa cukup prihatin dengan keadaan negara maju ini, negara bahagia yang justru masih ada masyarakatnya yang merasa kurang bahagia. Kadang penasaran sih sama orang-orang depresi yang pada akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, apa yah yang membuat mereka sebegitu depresinya yang pada akhirnya membuat mereka mengakhiri hidupnya sendiri? Wallahualam, hanya dirinya dan Allah yang tau. But, as a muslim we know its not a right way to solver the problem, saya harap kita semua selalu dalam perlindungan Allah dan senantiasa diberikan kejernihan dalam mengambil keputusan. see you