Showing posts with label AupairingNorway. Show all posts
Showing posts with label AupairingNorway. Show all posts

Friday, 14 September 2018

Proses Apikasi visa Aupair NORWAY

Karena sempat buat tulisan soal ke The Hague untuk pengajuan visa aupair di Norway, sekarang saya mau berbagi sial dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk pengajuannya. Untuk proses pengajuan visanya, Norway termasuk negara yang mudah persyaratannya yang berat hanya biayanya haha. Karena saya dibantu agency jadi saya hanya megikuti arahan dari agency dokumen apa saja yang saya harus siapkan, karena saya agak 'malas' untuk menerjemahkan jadi saya cantumkan salinan yang saya terima dari agency, kira-kira seperti ini arahan yang saya terima:
  1. Three documents after finishing registration at  UDI Selfservice portal
    • Application form
    • Cover Letter
    • Payment confirmation (receipt)
  2. Contract between you and host family (8 pages, please find attached; you have to fulfill and sign it, 1);
  3. Two (2) visa photos (passport size);
  4. Original and one copy of your passport (all marked pages);
  5. Copies of the host-family IDs (are attached, 3 and 4);
  6. Insurance certificate (we will send it to you soon);
  7. Power of Attorney on Cover Letter (you have to fulfill and to sign it) – you will get this page when you print out Cover Letter, at UDI’s web page, when you have finished the registration. The example is attached.
  8. Copy of your Birth Certificate;
  9. Copy of your diploma. It is very IMPORTANT! You do not have a right to come to Norway before your Norwegian visa is issued if you do not submit copy of your diploma proving your high education (bachelor degree minimum) to the Embassy.
  10. Copy of your current work permit; (berlaku kalau kamu diposisi seperti saya (sedang dalam proses aupair di negara lain) saat pengajuan visa)
  11. Certificate from UDI that host family completed e-learning course (see in attachment, 2);
  12. Checklist for the au pair (see attachment). Please fulfill and send a copy of your "Checklist" to us before you submit the documents. Please send it as soon as possible, and no later than a few days before you are going to apply for visa, to provide us enough time to look through your checklist and reply to you. 
    Please also note:
        According to the rules of the au pair program, you have to return to your home country after finishing your au pair contract in Norway! If you have plans other than returning to your home country (like studying in Norway, to be au pair in another European country or to find a job in Norway) you cannot be issued an au pair visa. 
Please be aware that "Au Pair" is a cultural exchange program and you are supposed to be part of the family. As an au pair you are entitled to attend Norwegian language courses, and be interested in learning more about Norwegian culture. An au pair is allowed to work 5 hours a day, not more than 30 hours a week. An au pair is not allowed to work extra in her host family or any other families. Please pay attention to the fact that if you have any relatives in Norway, it might affect your chance of obtaining your au pair permit. Please inform us if you have any relatives in Norway before you apply for visa.
Earning money shall not be the purpose of your stay as au pair. The pocket money which you receive from the host family is meant to cover living expenses during the program. When you apply for your visa, please be aware that if you mention purpose of "earning money" - you face the highest risk of being rejected.
An Au Pair is supposed to help the family by taking care of children and doing easy household duties. Please also remember that candidates who are applying for au pair program should not be married, divorced, or have children. The authorities are really strict regarding these issues, they are checking each candidate assiduously and candidates will get a visa rejection if they have been married before or have children!
According to rules of the au pair program, you have to return to your home after finishing au pair contract in Norway! If you have plans other than returning to your home country, you cannot be issued an au pair visa!

A few important steps you have to be aware of when you are registering:



Please payattention while fulfilling application form there will be a question:  
"Send application to references" please choose  - "No" . It will save you time.




If you have a valued Shchengen visa, and if you can prove that you have higher education (bachelor degree minimum), you may move to Norway even before your au pair permit is issued, but we do not recommend that you move to your host family's house before your permit is issued. If you want to stay in Norway while waiting for your visa approval, you have to come to Norway at least 3-4 days before your current visa expires, and stay at a friend's place, if you have some.
Kira-kira seperti itu lah proses yang saya lalui dan dokumen yang saya butuhkan, saat saya megajukan visa waktu memakan waktu 10 minggu sampai saya mendapatkan keputusan bahwa visa saya ''granted'' dan biaya yang saya keluarkan untuk pengajuan visa waktu itu sebesa 3200NOK, tapi sepengethauan sayaresmi sejak awal januari 2018 UDI merubah biaya visa menjadi 5600 NOK. Sukses untuk kalian yang akan mencoba peruntungan menjelajh Norwegia dengan menjadi aupair. 

Monday, 30 July 2018

#1st Norway Trip



DUa bulan lau lalu aku melakukan perjalanan singkat ke kota lain di Norway Bersama seorang teman yang sudah akan pulang ke Indonesia di akhir bulan tersebut. Perjalanan yang bagiku sangat berkesan karena merupakan kali pertama bagiku untuk melakukan pendakian ke puncak gunung. Yah, aku belum pernah melakukannya di Indonesia. Karena aku terlalu Lelah setelah membagi waktu harus kuliah dan bekerja dan juga orang tuaku tidak pernah mengijinkanku pergi saat itu. Dan juga aku tahu benar kapasitasku, bisa dikatakan aku seorang yang kalaupun sakit Alhamdulillah hanya karena terlalu lelah dan daya tahan tubuh menurun. Biasanya sakitku sebatas flu, migrain, atau saat tekanan darahku turun kepalaku akan terasa berputar, maka dari itu aku berusaha untuk tetap memberi waktu untuk tubuhku beristirahat di hari libur. Yang sebenarnya mungkin juga dikarenakan aku ingin memberikan diriku ruang untuk sediri. bekerja dan bertemu orang setiap harinya menuntutku untuk menjadi seorang yang komunikatif, responsif dan ekspresif kenyataannya dibalik itu semua aku termasuk orang yang sangat merindukan waktu sendiri untuk sekedar memberi ruang pada diriku untuk beristirahat. Dan perjalanan waktu lalu sangatlah berkesan untukku. Di mulai dari Oslo kota tujuan awal kami adalah Stavanger, salah satu kota yang berada di pesisir laut, dari sana kami harus menyebrang pulau dan melanjutkan perjalanan menuju Preikestolen menggunakan bus lokal. Bus tersebut akan membawa kita sampai pada titik awal yaitu pendakian, karena saya merupakan pemula jadi waktu pendakian memakan waktu kurang lebih 5  jam. Dan kamipun tiba tepat sesaat sebelum matahari terbenam, Masha Allah keindahan bumi ciptaan Allah berhasil membuat rasa lelahku hilang setelah menempuh perjalanan cukup panjang di hari itu. Selesai mengabadikan moment tersebut kami pun mendirikan tenda karena kami memang berencana untuk bermalam mendirikan tenda diatas puncak. Tidak semulus yang dibayangkan, karena yah that is Norway it was really cold and long night ever. itu karena tenda yang kami bawa aadalah tenda untuk summer , jadi catatan untuk yang berkeinginan untuk camping di Norway please double check weather  yah. Hal ini membuatku dan temanku terbangun di pagi hari dan memutuskan untuk turun karna kami tidak kuat lagi menahan dingin. Bangun pagi dan disambut dengan matahari yang terbit dengan cantiknya, setelah itu kami pun langsung bersiap untuk turun. Perjalanan turun jauh lebih mudah dibandingkan dengan nai,keatas, terbukti kami hanya membutuhkan waktu setengah dari waktu perjalanan naik hingga akhirnya sampai di parkiran untuk menunggu bus yang akan membawa kami kembali ke dermaga untuk menyebrang. 

Monday, 26 February 2018

Musim Dingin pertama saya di Oslo, Norway



pictures was taken in front of The Royal Palace in Oslo-Norway 
winter 2018


Masha Allah, Alhamdulillah, Subhanallah
Tiga kata itu termasuk dari beberapa kata yang sangat sering digunakan oleh keluarga angkat ku yang baru di Norway ini untuk menggambarkan perasaan mereka. Sangat membuat hati rasanya lembut saat mendengar si "ayah" dan si "ibu" ini saat berada dalam suatu percakapan bersama. Bahkan terkadang lambat di sadari saya malah keseringan tidak menggunakan kata-kata indah tersebut dalam berekspresi. Lagi, hal baru yang sangat bermanfaat saya dapat di tempat tinggal baru ini. Di negara yang Masha Allah indahnya ini, saya lagi dan lagi sungguh beruntung di pertemukan dengan orang-orang baik pilihan Allah untuk memberikan saya pelajaran baru dalam hidup ini. Masha Allah, sungguh indah dunia ciptaanMu ini Ya Rabb. Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk berada disini. Dulu saya bermimpi agar paling tidak saya dapat menginjakkan kaki saya di benua lain, beberapa orang tertawa akan mimpi saya dan yah saya disini sekarang, negara kedua yang menjadi "rumah" baru saya. Dengan suhu yang bisa dibilang sangat dingin jika dibandingkan negara asal saya yang termasuk dalam kategori negara "tropis" negara ini sungguh indah dan membuat saya jatuh cinta seketika. Negara ini diberkahi Allah SWT dengan keindahan alam yang Masha Allah saya sangat bahagia bisa berada di negara ini.

 that building called AKERSHUS FORTRESS

this place called AKER BRYGGE


Semoga kalian yang membaca dan melihat gambar ini dapat membayangkan betapa indahnya bumi Allah SWT ini. Semoga kalian pun akan berkesempatan melihat keindahan yang saya lihat saat ini. 



with so much Love
from Kjeller

Saturday, 17 February 2018

I'm Blessed





Pagi ini saya dikejutkan dengan kejutan yang saya terima dari keluarga angkat saya yang baru ini. Jadi di keluarga mereka terdapat sebuah tradisi jika ada yang berulang tahun dalam keluarga, mereka akan melakukan breakfast birthday with cake, candle and some gift . Karena pertambahan usia saya tepatnya sehari sebelum saya sampai di Norway, dan juga pada hari kerja keluarga ini cukup padat aktifitasnya jadi saya mendapatkan kejutan tersebut pagi ini. Ah sungguh dibuat terharu saya pagi ini, terlebih lagi hadiah yang mereka berikan. Waktu lalu si ibu sempat bertanya kepada saya apa hobi saya dan yah membaca adalah salah satu hobi saya. Dan buku yang mereka berikan sungguh membuat saya bersyukur menjadi bagian dari keluarga ini. Sesungguhnya yang ingin saya sampaikan adalah bahwa hal sekecil apapun sesungguhnya dapat menjadi sebuah pelajaran yang berarti asalkan kita membuka mata dan hati menerimanya dengan penuh ikhlas. Beberapa waktu lalu saya sempat menuliskan beberapa kegelisahan saya di usia yang kian bertambah salah satunya membandingkan kesuksesan diri dengan orang lain yang sebenarnya belum tentu mereka yang menjadi pembanding merasa dirinya sudah sukses. Bersyukur adalah kunci dari setiap hal dalam hidup ini. Semakin saya membuka hati dan mata saya untuk menerima apa yang saya miliki, semakin banyak pula hal kecil yang saya syukuri atas apa yang selama ini saya dapat. Seperti betapa kerasnya ibu saya mendidik saya untuk menjadi seorang yang mandiri dan bisa melakukan segala hal karena saat saya sendiri dan jauh dari keluarga saya sudah terbiasa melakukannya, belajar dari keluarga angkat yang lalu bagaimana cara mendidik anak dengan lembut, mengatur emosi, menjadi seorang yang berpikir tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga memikirkan orang lain, belajar bagaimana keluarga angkat yang sekarang mengenalkan islam, Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Makkah, Madinah di tengah kehidupan eropa yang sangat bebas ini. Beberapa orang ada yang memandang apa yang saya lakukan sekarang sebagai seorang "au pair" merupakan hal yang tidak punya masa depan. Saya tidak tersinggung atau merasa rendah diri karena saya banyak belajar hal baru yang sebelumnya saya tidak terpikirkan. Bukan dengan materi, jabatan, ataupun gelar tapi pengalaman menjadi pribadi yang lebih baik adalah hal besar yang saya dapat lebih dari apapun. 




with so much love
From Kjeller

Thursday, 15 February 2018

If it is mean to me, then it's gonna be mine

Kjeller, Norway || winter 2018

Oslo, Norway || winter 2018

Sewaktu di Belgia saya terbiasa menghabiskan waktu bersama keluarga angkat, dan cukup banyak bercerita apa yang terjadi hari itu dan lain hal. Di keluarga yang baru ini, setiap harinya selesai makan malam selalu ada obrolan santai. Dan malam ini, dimulai dari host mom yang mengatakan bahwa sebelum ia memberi keputusan akan menerima saya sebagai aupairnya dia sempat melakukan sholat istikharah kareana ia menginginkan seorang aupair yang juga muslim. Bukan bermaksud untuk membedakan, rasis, sok religius atau apapun itu yah, tapi yah dari segi pandang kami pun sama akan lebih nyaman jika memiliki seseorang yang kita sangat paham apa yang dia makan, apa yang harus dia kerjakan, dan lainnya. Setelah sempat ditolak oleh beberapa keluarga yang keberatan karna permintaan saya untuk menyediakan "makanan halal dan waktu sholat" saat itu saya cukup tertarik dengan email yang masuk dari keluarga ini. Setelah banyak berdiskusi akhirnya saya pun memantapkan hati "jika memang ini baik untuk saya dan keluarga tersebut dekatkan Ya Allah, namun jika tidak jauhkan dan jangan biarkan saya larut dalam kekecewaan". Dan yah berbeda dengan keluarga sebelumnya yang mewawancarai saya secara langsung dan sempat beberapa kali bertemu untuk meyakinkan diri, dengan keluarga ini kami hanya berbalas email dan beberapa kali skype saya merasa cukup yakin dengan calon keluarga angkat saya waktu itu. Karena belajar dari pengalaman beberapa cerita yang saya dengar soal beberapa hal, seperti waktu kerja, liburan, uang saku, akomodasi, makan dan lainnya keluarga ini setuju dengan semua persyaratan yang saya ajukan dan akhirnya saya pun merasa mantap saat itu. Percakapan kami kali ini berujung pada kalimat-kalimat indah yang sepertinya melekat pada keluarga ini, Masha Allah Alhamdulillah yah if it is mean to you, and its gonna be yours. 



from Kjeller 
with so much love ^^

Wednesday, 14 February 2018

Residence Permit, Granted



Alhamdulillah wa syukurillah, finally setelah menunggu cukup lama akhirnya ijin tinggalnya diterima. It was really different experience its not like when i applied the application for Belgium rasanya beda banget karena prosesnya lama dan sangat membuat hati ini dag dig dug menunggu keputusan dari kedutaan. Cukup membuat stres saat menunggu keputusan mengingat visa tinggal Belgia yang sudah hampir mendekati masa akhir tinggal. Karena setelah banyak research harga tiket pernerbangan jakarta-oslo sangat mahal harganya hampir dua kali lipat harga tiket promo untuk penerbangan ke Belgia. Maka dari itu berharap banget bisa langsung berangkat dari Belgia, dan Alhamdulillah visa diterima. yeeeiy
Sekarang waktunya menyesuaikan diri lagi, beradaptasi lagi, perkenalan lagi, eksplore lebih banyak lagi. Let me show you my first Norwegian snow ^^




360 Hari

Rasanya masih teringat jelas saat pertama kali tangis haru ku keluar saat menginjakan kaki di Bandara Nasional Belgia 19 Februari lalu. Saat ini saya sudah harus melangkah meninggalkan negara kecil yang banyak memberi saya pengalaman baru dalam hidup ini. Hari ini kembali ke Bandara ini, dan pergi bersama sayap raksasa menuju negara baru yang akan memberi saya banyak pelajaran baru pula. Aaah Belgia, terima kasih untuk semua pengalaman yang ku dapat disini. Negara kecil ini mengajarkan ku untuk berpikiran lebih terbuka, kepada siapapun. Negara ini sangat baik kepada minoritasnya, muslim di negara ini tidaklah sulit menemukan tempat makan halal (walaupun ragamnya tidak cukup banyak) tapi patut diacungi jempol, negara ini tidak anti terhadap jilbabku, negara kecil yang ramainya sangat 'pas' untukku. Saat beberapa waktu lalu berkesempatan mengunjungi Paris, yang langsung terpikir di benakku adalah "aku lebih menyukai Brussels". Ya, karena Paris terlalu ramai untukku rasanya tidak mudah untukku berada ditempat seramai Paris. Negara maju ini masih bisa dikatakan cukup tertinggal dalam segi pembangunan dibandingkan negara Eropa lainnya, beberapa tempat memerlukan waktu yang sangat lama untuk perbaikannya tapi Belgia mengajarkanku untuk patuh pada peraturan, dan juga tetap mempedulikan lingkungan dan sekitar. Di Belgia tidak perlu takut saat kamu menyebrang jalan walau tanpa memberikan tanda "mengangkat tangan" karena para pengendara akan otomatis berhenti saat ada seseorang menyebrang jalan. Saking baiknya terkadang saat kamu behenti di pinggir jalan dan lampu pejalan kaki masih merah, ada saja pengendara baik yang behenti dan mempersilahkan pejalan kaki lebih dulu untuk lewat. Negara ini selalu mengutamakan kepentingan publik dibanding kepentingan pribadinya. Walaupun jadwal transportasi umum disini tidak se-tepat waktu di Swiss misalkan, tapi tetap saja kenyamanan masih akan terasa dalam transportasi umum. Rasanya meningglakn keluarga yang setahun bersama itu, berat. Nyatanya saetu tahun bukan waktu yang singkat untuk kebersamaan kami lalu. Dan terjadilah adegan drama melow saat keberangkatan menuju Norwegia. Aaaaaah D's family time flies, you've grown up become a smart little girl kid, i missed you already even since i left. Thankyou isn't enough for all those experiences, gift, facility, attention, etc. Now, i had to say goodbye Zaventem see you when isee you again ^^ 

with so much love from Kjeller

Monday, 27 November 2017

selalu hujan



Hari ini ku mulai dengan perjalananku menuju kantor Konsulat Norwegia di Den Haag, Belanda. Kurang tau pasti kenapa tidak dapat langsung menyerahkan aplikasi visa di Kedutaan Norwegia di Belgia. Hanya diberikan informasi bahwa untuk proses pengajuan visa harus dilakukan di kantor Konsulat Norwegia yang berada di Den Haag. Sejujurnya ini pertama kalinya bagiku mengunjungi Den Haag setelah Sembilan bulan di Belgia. Begitu memasuki kota ini, kesan pertama yang muncul di benakku adalah “Kota dengan seribu sepeda’’ hhehe yah, di Den Haag akan sangat mudah meilahat orang-orang mengendarai sepeda, tidak hanya Den Haag sepertinya hampir seluruh kota di Belanda. Bahkan di stasiun pusat di Den Haag terdapat satu bangunan khusus untuk parkir sepeda. Amazing  itu lah yang saya rasakan, kota ini tidak terlalu besar tetapi sangat menarik; terdapat pusat perbelanjaan yang rasanya lebih hidup dibandingkan dengan Belgia, lebih Internatioanl karena sangat mudah ditelui orang-orang berbicara dalam Bahasa Inggris, lagi-lagi tidak seperti Belgia. Di Den Haag saya tidak sama sekali merasakan takut tersesat, karena penduduk yang sangat ramah dan cukup lancar untuk menjawab pertanyaan dalam Bahasa Inggris. Terdapat pantai yang cukup menarik di kota ini Scheveningen, dengan jarak pantai yang cukup jauh dengan pasirnya tipikal orang eropa di musim panas yang sangat suka berjemur dibawah terik matahari. Untuk menuju pantai sangat mudah di akses menggunakan tram dari pusat kota yang berjarak hanya sekitar 20-30 menit saja. Kembali lagi ke tujuan awal kunjunganku ke kota ini yaitu untuk menyerahkan dokumen untuk pengajuan ijin tinggal di Norwegia. Seperti persyaratan saat waktu lalu mengajukan ijin tinggal di Belgia, negara ini sama tidak rumitnya hanya biaya yang sedikit lebih mahal saja.

Lagi, proses pengajuan ijin tinggalku diiringi hujan yang mengguyur kota sejak malam hari. Sepertinya alam tahu bahwa ku sedang gugup jadi Ia kirimkan hujan agar aku dapat menikmati guyuran air yang turun seraya bersenandung berdoa kepadaNya. Pengalaman mengurus dokumen saat hujan ini kembali terulang sama seperti saat waktu lalu aku melakukan cek kesehatan untuk memenuhi salah satu syarat pengajuan ijin tinggal ke Blegia, dan juga saat menyerahkan dokumen untuk ijin tinggal di Belgia pun hujan mengiringi langkahku. Aku bersyukur karna Allah mengirimkan hujan di saat seperti tadi, karena dengan turunnya hujan rasa gugup ku berkurang aku mulai menikmati tiap tetes air yang mengalir dari langit, mengalunkan doa seraya meminta keberkahan pada tiap tetes air yang mengalir. Begitu sampai di konsulat loket untuk pelayanan pun belum buka karena aku dating lebih cepat 25 menit dari jam buka, wanita paruh baya langsung menyapaku dalam Bahasa Inggris memberi tahu bahwa pelayanan belum siap dan menanyakan kedatangnku, mungkin karena ia tahu aku dating dari jauh ia membuka loket pelayanan 15 menit lebih cepat untukku. Alhamdulillah. Semua dokumen diterima dengan baik, dan Alhamdulillah tidak ada dokumen apapun yang diminta untuk ku lengkapi. Ia hanya memberi tahu bahwa keputusannya akan dikirimkan langsung melalui agency dimana aku dan calon host family bertemu dan mereka langsung yang akan memberi tahu kepadaku hasilnya nanti. Semoga semua proses ini berjalan lancar, Norwegia hope you will accept me to be your guest